BAB I : KONSEP
DASAR
PENGERTIAN
SISTEM DAN ANALIS SISTEM
1.1 Definisi
Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan
didalam mendefinisikan sistem, yaitu yangmenekankan pada prosedurnya dan yang
menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih
menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini :
Suatu sistem adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatanatau untuk menyelesaikan suatu
sasaran yang tertentu
Menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan
Warren D. Stallings, Jr.,mendefinisikan prosedur sebagai berikut :
Suatu prosedur adalah
urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang
menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who)
1.2 Pengertian Sistem dan Analis Sistem
Pendekatan
sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennyamendefiniskan sistem
sebagai berikut ini :
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu
Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan
tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan
sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau
subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih
banyak diterima, karena kenyataannyasuatu sistem dapat terdiri dari beberapa
subsistem atau sistem bagian. Sebagai misal,sistem akuntansi dapat terdiri dari
beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistemakuntansi penjualan, subsistem
akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi
biaya dan lain sebagainya.
Apa itu Subsistem ?
Subsistem
sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem
berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem
yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badanmobil
dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih
rendah lagi. Misalnya, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem
generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.
Apa itu
Supersistem ?
Walaupun
istilah supersistem jarang digunakan, sistem seperti ini ada. Jika suatusistem
adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah
supersistem
. Contohnya,
pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia jugamerupakan bagian dari
sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi.Pemerintahan propinsi adalah
supersistem dari pemerintahan kota dan jugamerupakan subsistem dari
pemerintahan nasional.Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil
kesimpulan, suatu sistemterdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau
bagian-bagian yang terpisah,kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai
tujuan. Mobil terdiri dari bagian-bagian sistem yang
berinteraksi/kerjasama untuk tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah.
Keluarga, pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisahyang mana individu
itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem-
3. Pengertian
Sistem dan Analis Sistem
subsistem, kemudian bersatu membentuk
keluarga untuk mencapai suatu tujuan.Keluarga itu sendiri merupakan subsistem
dari sistem Rukun Tetangga (RT), RTmerupakan subsistem dari Rukun Warga (RW),
RW subsistem dari suatu Kelurahan,Kelurahan subsistem dari suatu Kecamatan, dan
demikian seterusnya.
2.
Karakteristik Sistem
Karakteristik
sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut

Komponen Sistem ( Components )
Suatu sistem
terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yangartinya saling
bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistematau
elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian
darisistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu
mengandungkomponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi prosessistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika
dalam suatu sistem adasubsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana
mestinya. Tentunya sistemtersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga
sistem tersebut rusak sehinggadengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak
tercapai.
Batas Sistem ( Boundary)
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang
membatasi antara suatu sistemdengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan
luarnya. Batas sistem inimemungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu
kesatuan. Batas suatu sistemmenunjukkan ruang lingkup ( scope) dari sistem
tersebut.
Lingkungan Luar Sistem ( Environments)
Lingkungan
luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yangmempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifatmenguntungkan dan dapat
juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan
merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harustetap dijaga dan
dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahandan
dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup darisistem.
Penghubung ( Interface) Sistem
Penghubung
sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengansubsistem
lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber dayamengalir dari
satu subsistem ke yang lainnya.
Keluaran
(output ) dari satu subsistemakan menjadi masukan (input ) untuk
subsistem lainnya dengan melalui penghubung.Dengan penghubung satu subsistem
dapat berintegrasi dengan subsistem yanglainnya membentuk satu kesatuan.
Masukan ( Input ) Sistem Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam
sistem. Masukandapat berupa masukan perawatan ( maintenance input ) dan
masukan sinyal ( signal input )
Maintenance
input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebutdapat
beroperasi.
Signal
input adalah energi yang diproses untuk didapatkankeluaran. Sebagai contoh
didalam sistem komputer, program adalah
maintenanceinput
yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah
signal input untuk
diolah menjadi informasi.
Keluaran (Output ) Sistem
Keluaran
sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikanmenjadi
keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakanmasukan
untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk
sistemkomputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan
merupakanhasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang
dibutuhkan.
Pengolah ( Process) Sistem
Suatu sistem
dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubahmasukan menjadi
keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan
bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem
5. Pengertian
Sistem dan Analis Sistem
akuntansi
akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan
danlaporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
Sasaran ( Objectives ) atau Tujuan (Goal )
Suatu sistem
pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempnyai
sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistemsangat
menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang
akandihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran
atautujuannya.Perbedaan suatu sasaran ( objectives ) dan suatu tujuan (
goal ) adalah, goal biasaya dihubungkan dengan
ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalamruang lingkup yang lebih sempit.
Bila merupakan suatu sistem utama, sepertimisalnya sistem bisnis perusahaan,
maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem
akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistemdari
sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung
dariruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan
( goal ) dansasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak
dibedakan.
3.Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut
pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
1.Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem
fisik ( physical system ) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia,
yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia
dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
Misalnya sistem komputer, sistemakuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
2. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan
manusia (human made system)Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui
proses alam, tidak dibuatmanusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem
buatan manusia adalahsistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia
yang melibatkaninteraksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine
system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Sistem
informasimerupakan contoh
man-machine
system
, karena
menyangkut penggunaankomputer yang berinteraksi dengan manusia.
6. Pengertian Sistem dan Analis Sistem
3.Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistemtak
tentu ( probabilistic system)Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah
laku yang sudah dapat diprediksi.Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat
dideteksi dengan pasti, sehinggakeluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem
komputer adalah contoh darisistem tertentu yang tingkah lakunya dapat
dipastikan berdasarkan program- program yang dijalankan. Sistem tak tentu
adalah sistem yang kondisi masadepannya tidak dapat diprediksi karena
mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistemterbuka
(open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan
tidak terpengaruhdengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis
tanpa adanyaturut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem
tertutup ini ada,tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup,
tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan
dan terpengaruhdengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkankeluaran
untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistemsifatnya
terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistemharus
mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harusdirancang
sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistemtertutup akan
bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
Klasifikasi sistem terbuka dan
tertutup dapat digambarkan sebagai berikut :

Suatu sistem
yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut
sistem terbuka. Sebuah sistem pemanas atau pendingin ruangan,contohnya,
mendapatkan
input -nya
dari perusahaan listrik, dan menyediakan panas/dinginnya bagi ruangan yang
ditempatinya.Dengan menggunakan logika yang sama, suatu sistem yang tidak
dihubungkandengan lingkungannya adalah sistem tertutup. Sebagai contohnya,
sistemtertutup hanya terdapat pada situasi laboratorium yang dikontrol ketat
4.Pengertian
Pengembangan SistemPengembangan sistem ( systems development ) dapat
berarti menyusun suatusistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama
secara keseluruhan ataumemperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama
perlu diperbaiki atau digantidisebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai
berikut ini :
a.Adanya
permasalahan-permasalahan ( problems) yang timbul di sistem yanglama yang
dapat berupa :
Ketidakberesan
Ketidakberesan
dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi
sesuai dengan yang diharapkan. Ketidakberesan inidapat berupa :
kecurangan-kecurangan
disengaja yang menyebabkan tidak amannyaharta kekayaan perusahaan dan kebenaran
dari data menjadi kurangterjamin;
kesalahan-kesalahan
yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkankebenaran dari data kurang
terjamin;
tidak
efisiennya operasi;
tidak
ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
Pertumbuhan
organisasiPertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem
yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi
yangsemakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat,
perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubahan ini,
makamenyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi, sehingga sistem yang
lamasudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yangdibutuhkan
manajemen.
b. Untuk
meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)Teknologi informasi telah
berkembang dengan cepatnya. Perangkat keraskomputer, perangkat lunak dan
teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Organisasi mulai
merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu
8 Pengertian
Sistem dan Analis Sistem
digunakan
untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapatmendukung dalam proses
pengambilan keputusan yang akan dilakukan olehmanajemen. Dalam keadaaan pasar bersaing,
kecepatan informasi atau efisiensiwaktu sangat menentukan berhasil atau
tidaknya strategi dan rencana-rencanayang telah disusun untuk meraih
kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaingdapat memanfaatkan teknologi ini,
maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ketangan pesaing. Kesempatan-kesempatan
ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan yang meningkat kepada
langganan dan lain sebagainya.
c.Adanya instruksi-instruksi
(directives) Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya
instruksi-instruksidari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti
misalnya peraturan pemerintah.Berikut ini dapat digunakan sebagai
indikator adanya permasalahan- permasalahan dan kesempatan-kesempatan yang
dapat diraih, sehinggamenyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki,
ditingkatkan bahkan digantikeseluruhannya.
Indikator-indikator ini diantaranya
adalah sebagai berikut :-keluhan dari langganan;
-
pengiriman
barang yang sering tertunda;
-
pembayaran
gaji yang terlambat
-
laporan yang
tidak tepat waktunya;
-
isi laporan
yang sering salah;
-
anggung
jawab yang tidak jelas;
-
waktu kerja
yang berlebihan;
-
ketidakberesan
kas;
-
produktifitas
tenaga kerja yang rendah;
-
banyaknya
pekerja yang menganggur;
-
kegiatan
yang tumpang tindih;
-
tanggapan yang
lambat terhadap langganan;
-
kehilangan
kesempatan kompetisi pasar;
-
kesalahan-kesalahan
manual yang tinggi;
-
persediaan
barang yang terlalu tinggi;
-
pemesanan
kembali barang yang tidak efisien;-
-
biaya
operasi yang tinggi;
-
file-file
yang kurang teratur;
-
keluhan dari
supplier karena tertundanya pembayaran;-
-
bertumpuknya
back-order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan
barang);+
-
nvestasi
yang tidak efisisen;-
-
peramalan
penjualan dan produksi tidak tepat;
-
apasitas
produksi yang menganggur (idle capasities);
9 Pengertian
Sistem dan Analis Sistem
- pekerjaan
manajer yang terlalu teknis;
- dll.
Proses pengembangan sistem dapat
digambarkan sebagai berikut :

Dengan telah
dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan
di sistem yang baru. Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan
PIECES
(merupakan
singkatan untuk memudahkan mengingatnya), yaitu sebagai berikut :
Performance (kinerja),
peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga
menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response
time
Throughput
adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukansuatu saat tertentu.
Response
time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantaradua transaksi atau pekerjaan
ditambah dengan waktu
Response untuk menanggapi
pekerjaan tersebut.
o Information (informasi), peningkatan terhadap
kualitas informasi yang disajikan.
o Economy (ekonomis), peningkatan terhadap
manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang
terjadi.
o Control (pengendalian), peningkatan terhadap
pengendalian untuk mendeteksidan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta
kecurangan-kecurangan yang danakan terjadi.
o Efficiency(efisiensi), peningkatan terhadap
efisiensi operasi. Efisiensi berbedadengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan
dengan jumlah sumber daya yangdigunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana
sumber daya tersebut
10. Pengertian Sistem dan Analis
Sistem digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat
diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya.
o Services (pelayanan),
peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan olehsistem.PRINSIP PENGEMBANGAN
SISTEM
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang
besar
a.Semua
alternatif yang ada harus diinvestigasi
b. Investasi
yang terbaik harus bernilai
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang
terdidik
4.Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan
dalam proses pengembangan sistem
5.Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam
pengembangan sistem
SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM Pengembangan
sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugaskompleks yang
membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan
bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Proses pengembangan sistem
melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakansampai dengan sistem
tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasisistem yang sudah
dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahanyang kritis serta
tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perludikembangkan
kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ketahap yang
pertama, yaitu tahap perencanaan sistem. Siklus ini disebut dengan siklushidup
suatu sistem ( systems life cycle ). Daur atau siklus hidup dari
pengembangansistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan
tahapanutama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam
proses pengembangannya.Dari sekian banyak siklus pengembangan sistem
menurut beberapa penulis sejak tahun 1970-an, diambil salah satu yang akan
menjadi acuan kita mengenai pengembangan sistem ini, yaitu menurut John
Burch, Gary Grudnitski,
InformationSystems,
Theory and Practice
(New York:
John Wiley & Sons) yang menuliskantahapan pengembangan sistem sebagai
berikut :
11. Pengertian
Sistem dan Analis Sistem
1. Kebijakan
dan perencanaan sistem ( system policy and planning ).
2. Pengembangan
sistem ( system development )
a. Analisis
sistem ( system analysis)
b. Desain
sistem secara umum ( general system design)
c. Penilaian
sistem ( system evaluation)
d. Desain sistem terinci (detailed system
design)
e. Implementasi
sistem ( system implementation)
3. Manajemen sistem dan operasi (system
management and operation )

Penjelasan
singkatnya :
1. Kebijakan dan perencanaan sistem
(system policy and planning ).
Sebelum suatu sistem informasi
dikembangkan, umumnya terlebih dahuludimulai dengan adanya suatu kebijakan dan
perencanaan untuk mengembangkansistem itu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang
baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang
diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen
puncak
(top
management ), maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari
manajemen puncak ini.Padahal dukungan dari manajemen puncak sangat penting
artinya.
Kebijakan sistem( systems
policy ) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak
untuk membuat perencanaan sistem. Perencanaan sistem ( systems
planning ) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan
sistem.Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh
manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih
kesempatan-kesempatanyang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama
atau sistem yang lamamempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki
(misalnya untuk meningkatkan efektifitas manajemen, meningkatkan
produktivitas ataumeningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada
langganan).Partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan
untuk keberhasilan sistem yang akan dikembangkan. Untuk itu manajemen puncak dilengkapi
dengan suatu tim penasehat yang disebut dengan komite pengarah( steering
commitee) yang umumnya dibentuk dari wakil-wakil pimpinan darimasing-masing
departemen pemakai sistem seperti misalnya manajer-manajer departemen atau
manajer-manajer divisi. Seringkali komite ini diketuai sendiri olehdirektur
utama.
Tugas komite
ini adalah sebagai berikut :
1. Mengkaji, menyetujui atau membuat rekomendasi yang
berhubungan dengan perencanaan sistem, proyek-proyek sistem serta
pengadaan perangkat keras, perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya.
2. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan
rencananya.
3. Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem.
4. Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem yang telah
dikembangkan.
5. Memberikan saran-saran dan petunjuk-petunjuk terhadap
proyek sistem yangsedang dikembangkan, terutama yang berhubungan dengan
pencapaian sasaransistem, sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala
yang dihadapi.Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkansistem
informasi, sebelum sistem ini sendiri dikembangkan, maka perludirencanakan
terlebih dahulu dengan cermat. Perencanaan sistem ( systems
planning )ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga
kerja dan dana yangdibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta
untuk mendukungoperasinya setelah diterapkan. Perencanaan sistem dapat terdiri
dari perencanaan jangka pendek ( short-range ) dan perencanaan
jangka panjang (long-range).Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai
2 tahun. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai dengan 5
tahun. Karena perkembanganteknologi komputer yang sangat cepat, maka
perencanaan pengembangan sisteminformasi untuk periode yang lebih dari 5 tahun
sudah tidak tepat lagi
Proses perencanaan
sistem dikelompokkan menjadi 3 proses utama, yaitu :
1. Merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dilakukan
oleh staf perencanasistem
2. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
yang dilakukanoleh komite
3. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang
dilakukan oleh analissistem.
Adapun
tahapan dari proses perencanaan sistem untuk ketiga bagian tersebut
tampak pada gambar berikut ini :

2. Pengembangan sistem (system development )
a. Analisis sistem ( system analysis )
Penelitian
atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistemyang baru atau
diperbarui
b. Desain sistem secara umum ( general system design)
Tujuan dari
desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaransecara umum kepada
user tentang sistem yang baru.
c.Penilaian sistem (system evaluation)
Hasil desain
sistem secara umum tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen
apakah melanjutkan pengembangan sistem yang baru berdasarkan gambaran
desain sistem secara umum atau menolak rancangan baru tersebut.
d.Desain sistem terinci ( detailed system design )
Dengan
memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem baru,selanjutnya
adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika
sistem itu berbasis komputer, rancangan harus menyertakanspesifikasi jenis
peralatan yang akan digunakan.
e. Implementasi sistem ( system implementation )
Merupakan
kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual
yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
3. Manajemen
sistem dan operasi ( system management and operation )
Pemeliharaan
sistem ( systems maintenance ) dilaksanakan untuk 3 alasan :
1. Memperbaiki kesalahan Penggunaan sistem
mengungkapkan kesalahan ( bugs ) dalam program ataukelemahan rancangan yang
tidak terdeteksi dalam pengujian sistem.Kesalahan-kesalahan ini dapat
diperbaiki.
2. Menjaga kemutakhiran sistem Dengan berlalunya
waktu, terjadi perubahan-perubahan dalam lingkungansistem yang mengharuskan
modifikasi dalam rancangan atau perangkatlunak. Contohnya, pemerintah mengubah
rumus perhitungan pajak jaminansosial.
3. Meningkatkan sistem Saat sistem digunakan, akan
ditemukan cara-cara membuat peningkatansistem. Saran-saran ini diteruskan
kepada spesialis informasi yangmemodifikasi sistem sesuai saran tersebut.Pada
titik tertentu, modifikasi sistem akan menajdi sedemikian rupa, sehinggalebih
baik memulai dari awal. Lalu, siklus hidup sistem akan terulang.
Pendekatan Pengembangan Sistem
Terdapat
beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu sebagai berikut ini
1. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur
(dipandang darimetodologi yang digunakan)
Metodologi
pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikutitahapan-tahapan di
systems
life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan
berhasil bila mengikuti tahapan di systems life cycle.Akan tetapi
sayangnya, didalam praktek, hal ini tidaklah cukup, karena pendekatan ini
tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimanamelakukan
tahapan-tahapan tersebut dengan terinci karena pendekatan ini
tidak dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai.
Sedangkan pendekatan terstruktur yang baru muncul sekitar awal tahun
1970-an padadasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan
alat-alat danteknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti
ide dari systems life cycle.Karena sifat dari sistem informasi sekarang
menjadi lebih kompleks, pendekatanklasik tidak cukup digunakan untuk
mengembangkan suatu sistem informasiyang sukses dan akan menimbulkan beberapa
permasalahan. Permasalahan- permasalahan yang dapat timbul di pendekatan
klasik antara lain adalah sebagai berikut :
a. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi
sulitPendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di
dalammengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses
pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk
dikerjakan oleh pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang
memberikanalat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram), kamus data
(datadictionary ), tabel keputusan (decision table), diagram IPO dan
baganterstruktur ( structured chart ) dan lain sebagainya yang
memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan
alat-alat danteknik-teknik tersebut.
b. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi
lebih mahalBiaya pengembangan sistem yang termahal adalah terletak di
tahap perawatannya. Mahalnya biaya perawatan di pendekatan klasik
inidisebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkapdan
kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat
danteknik-teknik yang digunakan. Karena pendekatan klasik kurang didukungdengan
alat-alat dan teknik-teknik, maka dokumentasi menjadi tidak lengkapdan walaupun
ada tetapi strukturnya kurang jelas, sehingga pada waktu pemeliharaan
sistem menjadi kesulitan.
c. Kemungkinan kesalahan sistem besar Pendekatan
klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan
pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahan-kesalahan sistem akan menjadi
lebih besar. Berbeda dengan pendekatan terstruktur yang pengembangan
sistemnya dilakukan dalam bentuk modul-modul yangterstruktur. Modul-modul ini
akan lebih mudah dites secara terpisah dankemudian pengetesan dapat dilakukan
pada integrasi semua modul untuk meyakinkan bahwa interaksi antar modul
telah berfungsi semestinya.Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal
yang kritis karenakoreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan
mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa sistem yang tidak dites selama tahap pengembangannya
merupakansumber utama dari kesalahan-kesalahan sistem.
d. Keberhasilan sistem kurang terjaminPenekanan dari
pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem,
bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang sudahdisadari bahwa dukungan dan
pemahaman dari pemakai sistem terhadapsistem yang sedang dikembangkan merupakan
hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada
akhirnya. Salah satukontribusi utama pendekatan terstruktur adalah partisipasi
dan dukungan dari pemakai sistem.Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa
analis sistem telah mengerti akankebutuhan-kebutuhan pemakai sistem dengan
jelas dan benar. Pengalamantelah menunjukkan bahwa di beberapa kasus,
kebutuhan-kebutuhan pemakaisistem tidaklah selalu jelas dan benar menurut
analis sistem. Pendekatanklasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam
pengembangan sistem, makakebutuhan-kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang
sesuai dengan yangdiinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan
menjadi kurang berhasil.
e. Masalah dalam penerapan sistemKarena kurangnya
keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem, maka
pemakai sistem hanya akan mengenal sistemyang baru pada tahap diterapkan saja.
Sebagai akibatnya pemakai sistemakan menjadi kaget dan tidak terbiasa dengan
sistem baru yang tiba-tibadikenalkan. Sebagai akibat lebih lanjut, pemakai
sistem akan menjadi frustasikarena tidak dapat mengoperasikan sistem dengan
baik.
2. Pendekatan sepotong lawan
pendekatan sistem (dipandang dari sasaranyang akan dicapai) Pendekatan sepotong ( piecemeal approach)
merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu
kegiatan atau aplikasitertentu saja. Pada pendekatan ini, kegiatan atau aplikasi
yang dipilih,dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi
atau tanpa memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. Pendekatan in
hanyamemperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja.Lain halnya
dengan pendekatan sistem ( systems approach ) yang memperhatikansistem
informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masingkegiatan atau
aplikasinya. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran
keseluruhan dari organisasi, tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem
informasi itu saja.
3. Pendekatan bawah-naik lawan
pendekatan atas-turun (dipandang dari caramenentukan kebutuhan dari sistem)
Pendekatan
bawah naik (bottom-up approach) dimulai dari level bawahorganisasi, yaitu level
operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan inidimulai dari perumusan
kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dannaik ke level atas dengan
merumuskan kebutuhan informasi berdasarkantransaksi tersebut. Pendekatan ini
juga merupakan ciri-ciri dari pendekatanklasik. Pendekatan bawah-naik bila
digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data
analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yangakan diolah terlebih
dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikutidatanya.Pendekatan
atas-turun (top-down approach ) sebaliknya dimulai dari level atasorganisasi,
yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai denganmendefinisikan
sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya dari pendekatan
ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelahkebutuhan
informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi,yaitu penentuan
output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol.Pendekatan ini
juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. Pendekatanatas-turun bila
digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision
analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yangdibutuhkan untuk
pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu,kemudian data yang perlu
diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasiyang dibutuhkan.
4. Pendekatan sistem-menyeluruh
lawan pendekatan moduler (dipandangdari cara mengembangkannya). Pendekatan sistem-menyeluruh (total-system approach)
merupakan pendekatanyang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
Pendekatan inikurang mengena untuk sistem yang komplek, karena akan menjadi
sulit untuk dikembangkan. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari
pendekatan klasik.Pendekatan moduler (modular approach) berusaha memecah sistem
yang rumitmenjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem
akan lebihmudah dipahami dan dikembangkan. Akibat lebih lanjut adalah sistem
akandapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan, mudah dipahami
oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. Pendekatan ini jugamerupakan
ciri-ciri dari pendekatan terstruktur.
5. Pendekatan lompatan-jauh lawan
pendekatan berkembang (dipandang dariteknologi yang akan digunakanPendekatan lompatan-jauh ( great loop approach)
menerapkan perubahanmenyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih.
Perubahan ini banyak mengandung resiko, karena teknologi komputer begitu
cepat berkembang dan untuk tahun-tahun mendatang sudah menjadi
usang.Pendekatan ini juga terlalu mahal, karena memerlukan investasi seketika
untuk semua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit
untuk dikembangkan, karena terlalu komplek.Pendekatan berkembang
(evolutionary approach) menerapkan teknologi canggihhanya untuk
aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terusdikembangkan
untuk periode-periode berikutnya mengikuti kebutuhannya sesuaidengan
perkembangan teknologi yang ada. Pendekatan berkembangmenyebabkan investasi
tidak terlalu mahal dan dapat mengikuti perkembanganteknologi yang cepat,
sehingga teknologi yang digunakan tidak cepat menjadiusang. Metodologi
Pengembangan Sistem
Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur,
konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan
postulat-postulat
yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni
ataudisiplin lainnya
Metode adalah :
Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan
sesuatu. Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau
diusulkan oleh :
-
Penulis
buku-
-
Peneliti
-
Konsultan
-
Systems
house
-
Pabrik
-
software
Metodologi
Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan
1. Functional
Decomposition Methodologies
(Metodologi Pemecahan Fungsional)Metodologi ini
menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitem-subsistem yang lebih
kecil, sehingga akan lebih mudah untuk dipahami,
dirancang dan diterapkan. Yang termasuk dalam kelompok
metodologi iniadalah :
HIPO ( Hierarchy plus Input-Process-Output )
SR ( Stepwise Refinement ) atau ISR
( Iterative Stepwise Refinement )
Information-Hiding
2. Data
Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data)Metodologi ini menekankan
pada karakteristik dari data yang akan diproses.Metodologi ini dapat
dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas, yaitu :
a.Da ta-flow oriented methodologiesMetodologi ini secara
umum didasarkan pada pemecahan dari sistemkedalam modulo-modul berdasarkan dari
tipe elemen data dan tingkah-lakulogika modul tersebut di dalam sistem. Dengan
metodologi ini, sistem secaralogika dapat digambarkan secara logika dari arus
data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul disistem. Yang
termasuk dalam metodologiini adalah
SADT (Structured Analisys and Design Techniques)
Composite Design
SSAD (Structured Systems Analysis and Design)
b. Data
structure oriented methodologies Metodologi ini menekankan struktur dari input
dan output di sistem. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar
struktur dari sistemnya.Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem
kemudiandijelaskan dari struktur sistemnya. Yang termasuk dalam metodologi
iniadalah :
- JSD
( Jackson’s systems development )
- W/O
(Warnier / Orr)
3. Prescriptive
Methodologies
Yang
termasuk dalam metodologi ini adalah :
-
ISDOS
( Information Systems Design and Optimization System). Kegunaannya adalah mengotomatisasi
proses pengembangan sisteminformasi. ISDOS mempunyai 2 komponen :
a. PSLMerupakan komponen utama dari ISDOS, yaitu suatu
bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable
form,sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSLmerupakan
bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukanmerupakan bahasa pemrograman
prosedural.
b. PSA Merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan
kamus data (datadictionary ) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan,
yangdisimpan , yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporandengan
pemanfaatan DBMS dalam penyimpanan datanya. Kegunaan danhasil dari PSA adalah :
PSA menganalisis PSL untuk
kesalahan-kesalahan sintak dan akanmenghasilkan laporan-laporan dalam bentuk data
dictionary, functiondictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses.
Laporan dalam bentuk grafik,
seperti laporan yang menggambarkanhubungan dari proses termasuk apakah suatu
proses merupakan bagian dari porses yang lain atau suatu proses mempunyai
komponen proses-proses lain.
PSA akan melakukan analisis
jaringan untuk mengecek kelengkapandari semua hubungan data dan proses-proses.
PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan
ketergantunganwaktu dari data dan analisis dari spesifikasi volume.-
PLEXSYS
Kegunaannya adalah untuk melakukan transformasi suatu statemen bahasakomputer
tingkat tinggi ke suatu
executable
code
untuk suatu
konfigurasi perangkat keras yang diinginkan. PLEXSYS merupakan tambahan
untuk ISDOS. Kalau ISDOS digunakan pada aspek penntuan kebutuhan,PLEXSYS
digunakan pad aspek penghasil kode program secar otomatis.-
PRIDEMerupakan
perangkat lunak terpadu yang baik untuk analisis/disain sistemterstruktur,
manajemen data, manajemen proyek dan pendokumentasian.-
SDM/70Merupakan
suatu perangkat lunak yang berisi kumpulan metode, estimasi,dokumentasi dan
petunjuk administrasi guna membantu pemakai untuk mengembangkan dan
merawat sistem yang efektif -
SPECTRUMPerangkat
lunak ini mempunyai beberapa versi untuk keperluan yang berbeda, semacam
SPECTRUM-1 untuk
life cycle
konvensional,SPECTRUM-2
untuk sistem manajemen proyek terstruktur, SPECTRUM-3untuk
on-line
interactive estimator
.- SRES (
Software Requirement Engineering System) dan SREM (Software Requirement Engineering
Methodology)
DBO ( Design By Objective ), PAD
( Program Analysis Diagram), HOS( Higher Order Software
), MSR (
Meta Stepwise Refinement ), PDL ( Program Design Language)
Alat dan
Teknik Pengembangan Sistem
Untuk dapat
melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan olehmetodologi
pengembangan sistem yang terstruktur, maka dibutuhkan alat dan
teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu
metodologiumumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. Selain berbentuk
gambar,alat-alat yang digunakan juga ada yang tidak berupa gambar atau
grafik ( nongraphical tools), seperti misalnya
data
dictionary, structured english, pseudocode
serta
formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data.Alat-alat pengembangan
sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalahsebagai berikut ini :
a. HIPO diagram Hierarchy plus
Input-Process-Output , HIPO, adalah alat dokumentasi programyang berbasis
pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkanoleh fungsi
utamanya.
b. Data flow diagram Digunakan untuk menggambarkan
suatu sistem yang telah ada atau sistem baruyang akan dikembangkan secara
logika tanpa mempertimbangkan lingkunganfisik dimana data tersebut mengalir
(misalnya lewat telpon, surat dansebagainya) atau lingkungan fisik dimana data
tersebut akan disimpan (misalnyafile kartu,microfile, harddisk, tape,
diskettedan lain sebagainya).\
c. tructured chart Digunakan untuk mendefinisikan
dan mengilustrasikan organisasi dari sisteminformasi secara berjenjang dalam
bentuk modul dan submodul denganmenunjukkan hubungan elemen data dan elemen
kontrol antara hubunganmodulnya, sehingga memberikan penjelasan lengkap dari
sistem dipandang darielemen data, elemen kontrol, modul dan hubungan antar
modulnya.
d. SADT Structured Analysis and Design Technique, SADT,
memandang suatu sistemterdiri dari dua hal : benda (obyek, dokumen atau data)
dan kejadian (kegiatanyang dilakukan oleh orang, mesin atau perangkat lunak).
Menggunakan dua tipediagram yaitu, diagram kegiatan ( activity diagrams ,
disebut actigrams ) dandiagram data ( data diagrams , disebut datagrams)
e. Jackson’s diagram Jackson’s Systems
Development , JSD, membangun suatu model dari dunia nyata(real
world ) yang menyediakan subyek-subyek permasalahan dari sistem.Disamping
alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologitertentu, masih
terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitudapat
digunakan di semua metodologi yang ada. Alat-alat ini berupa suatu baganyang
dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Bagan untuk menggambarkan
aktivitas (activity charting )
a.Bagan alir sistem ( systems
flowchart )
b. Bagan alir program ( program
flowchart ) yang dapat berupa :
bagan alir logika program
( program logic flowchart )
bagan alir program komputer
terinci (detailed computer program flowchart )
c. Bagan alir kertas kerja ( paperwork
flowchart )
d. Bagan alir proses ( process flowchart )
e. Gantt chart
2. Bagan untuk menggambarkan
tataletak (layout charting )
3.Bagan untuk menggambarkan hubungan
personil ( personal relationshipcharting )
a.Bagan distribusi kerja (working
distribution chart )
b.Bagan organisasi (organization
chart )Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara
lainsebagai berikut ini :
a.Teknik manajemen proyek, yaitu CPM
(Critical Path Method ) dan PERT( Program Evaluation and Review
Technique)Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu
proyek.
b.Teknik menemukan fakta ( fact
finding techniques)Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data
dan menemukanfakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Teknik-teknik
inidiantaranya adalah :
- wawancara (interview)
- wawancara memungkinkan
analis sistem sebagai pewawancara (interviewer )untuk mengumpulkan data
secara tatap muka langsung dengan orang yangdiwawancarai (interviewee).
- observasi (observation)observasi
adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukanyang mana pada
waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisispasidengan orang-orang
yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut.
- daftar pertanyaan (questionaires)adalah
suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuankhusus yang
memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden
yang dipilih.
- pengumpulan sampel
( sampling ) pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item
tertentu dari seluruhitem yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item
tersebut untuk mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan
waktu yangterbatas.
c. Teknik analisis biaya/manfaat
(cost-effectiveness analysis atau cost-enefit analysis)Teknik ini menilai
dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sisteminformasi.\
d. Teknik untuk menjalankan
rapatSelama proses pengembangan sistem dilakukan, seringkali rapat-rapat
diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat antara tim
pengembangansistem dengan pemakai sistem dan manajer, sehingga kemampuan analis
sistemuntuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal
yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem.
e. Teknik inspeksi/walkthrough Inspeksi
merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan
kepentingan dari analis sistem. Analis sistem melakukan walkthrough untuk
maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem
secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukandengan diverifikasi
terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. Pemakai sistemmelakukan inspeksi
untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan olehanalis sistem secara
teknik tidak mengandung kesalahan.
Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
Kurangnya
penyesuaian pengembangan sistem
Kelalaian
menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem
Kurang
sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya
Adanya
kerusakan dan kesalahan rancangan
Penggunaan
teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakandan pemasangan
teknologi tidak sesuai
Pengembangan
sistem yang tidak dapat dipelihara
Implementasi
yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
5. Fungsi
Analis Sistem Analis sistem ( systems analyst) adalah orang yang
menganalisis sistem(mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan
kebutuhan-kebutuhan.
pemakai
sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Sebutan lainuntuk
analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst ), analis
bisnis(business analyst ), perancang sistem ( systems
designer ), konsultan sistem ( systemsconsultant ) dan ahli
teknik sistem ( systems engineer ).Analis sistem berbeda dengan
pemrogram. Pemrogram ( programmer ) adalahorang yang menulis kode
program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang
telah dibuat oleh analis sistem. Akan tetapi ada juga analis sistem
yangmelakukan tugas-tugas seperti pemrogram dan sebaliknya ada juga pemrogram
yangmelakukan tugas-tugas yang dilakukan oleh analis sistem. Orang yang
melakukantugas baik sebagai analis sistem maupun pemrogram disebut
analis/pemrogram (analyst/programmer ) atau pemrogram/analis
( programmer/analyst ). Tugas dantanggungjawab analis sistem dan
pemrogram adalah berbeda dan dapat dilihat padatabel berikut :

Pengetahuan dan Keahlian yang Diperlukan Analis Sistem
Analis
sistem harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian yangkhusus. Beberapa analis
sistem setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut ini
sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik:
1. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan
data, teknologikomputer dan pemrograman komputer
a.Keahlian
teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat
dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasiserta keahlian dalam
menggunakan komputer.
b.Pengetahuan
teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras
komputer, teknologi komunikasi data, bahasa-bahasakomputer, sistem operasi,
utilities dan paket-paket perangkat lunak lainnya.
2.Pengetahuan tentang bisnis secara umum
Aplikasi
bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan,maka analis
sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan inidibutuhkan
supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem.Pengetahuan
tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan, akuntansi biaya,akuntansi
manajemen, sistem pengendalian manajemen, pemasaran, produksi,manajemen
personalia, keuangan, tingkah laku organisasi, kebijaksanaan perusahaandan
aspek-aspek bisnis lainnya.
3.Pengetahuan tentang metode kuantitatif
Dalam
membangun model-model aplikasi, analis sistem banyak menggunakanmetode-metode
kuantitatif, seperti misalnya pemrograman linier
(linier programming ), pemrograman dinamik (dynamic
programming ), regresi (regresion),
network
, pohon keputusan ( decision tree ),trend , simulasi dan lain sebagainya.
4.Keahlian pemecahan masalah
Analis
sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan
permasalahan- permasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis,
memecah-mecah masalah tersebutke dalam bagian-bagiannya, menganalisisnya dan
kemudian harus dapatmerangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat
mengatasi permasalahan- permasalahan tersebut.
5.Keahlian komunikasi antar personil
Analis
sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara
lisan maupun secara tertulis. Keahlian ini diperlukan di dalamwawancara, presentasi,
rapat dan pembuatan laporan-laporan.
6.Keahlian membina hubungan antar personil
Manusia
merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satudengan yang
lainnya berbeda. Analis sistem yang kaku dalam membina hubungankerja dengan
personil-personil lainnya yang terllibat, akan membuat pekerjaannyamenjadi
tidak efektif. Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubunganyang baik
dengan pemakai sistem, maka akan tidak mendapat dukungan dari pemakai sistem
atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akanmempersulitnya.
Tim
Pengembangan Sistem
Dalam proyek
pengembangan sistem yang kecil dan sederhana, kemungkinanhanya ada seorang
analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram(analis/pemrogram) atau seorang
pemrogram yang merangkap sebagai analis sistem(pemrogram/analis). Akan tetapi
untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek, pekerjaan ini
biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. Anggota dari tim
pengembangan sistem ini tergantung dari besar-kecilnyaruang-lingkup proyek yang
kaan ditangani. Tim ini secara umnum dapat terdiri dari personil-personil
sebagai berikut ini :
1.Manajer analisis sistem Manajer analisis
sistem (manager of systems analysis) ini disebut juga sebagaikoordinator proyek
dan mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut ini:
a. Sebagai
ketua/koordinator tim pengembangan sistem
b. Mengarahkan,
mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistemlainnya
c. Membuat
jadwal pelakasanaan proyek pengembangan sistem yang akandilakukan
d.Bertanggungjawab
dalam mendefinisikan masalah, studi kelayakan, disainsistem dan penerapannya
e.Memberikan
rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem
f.Mewakili
tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam
hal perundingan-perundingan dan pemberian-pemberian nasehat
kepadamanajemen dan pemakai sistemg.
Membuat
laporan-laporan kemajuan proyek ( progress report )
h.Mengkaji
ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim
2. Ketua analis sistem
Ketua analis
sistem (lead systems analyst ) biasanya menjabat sebagai wakil darimanajer
analisis sistem. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisissistem dan
mewakilinya bila manajer analisis sistem berhalangan.
3. Analis sistem senior Analis sistem senior
( senior systems analyst ) merupakan analis sistem yangsudah
berpengalaman.
4.Analis sistem
Analis
sistem ( systems analyst ) merupakan analis sistem yang
cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis
sistemsenior.
5.Analis sistem yunior
Analis
sistem yunior ( junior systems analyst ) merupakan analis sistem
yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan
darianalis sistem yang lebih senior. Analis sistem yunior ini sering juga
disebutdengan analis sistem yang masih dilatih (
systems
analyst trainee).
6. Pemrogram aplikasi senior
Pemrogram
aplikasi senior ( senior applications programmer )
merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas
merancangspesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari
pemrogram yanglainnya. Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut
dengan pemrogram/analis.
7. Pemrogram aplikasi
Pemrogram
aplikasi (applications programmer ) merupakan pemrogramkomputer yang cukup
berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harusdibimbing secara langsung
lagi.
8.Pemrogram aplikasi yunior
Pemrogram
aplikasi yunior ( junior applications programmer )
merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah
bimbinganlangsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi yunior
biasanyahanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana,
sepertimisalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O. Pemrogram aplikasi yunior ini
sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih
(applications programmer trainee).
Bagikan
PEMBELAJARAN
4/
5
Oleh
Unknown
